Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti tumbuhan dan hewan. Sampah jenis ini mudah terurai secara alami oleh mikroorganisme sehingga lebih ramah terhadap lingkungan apabila dikelola dengan baik.
Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk cair (Eco Enzyme), atau pakan ternak sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Contoh Sampah Organik
1. Sisa Sayuran 🥬
Sisa sayuran dari dapur merupakan salah satu jenis sampah organik yang paling mudah diolah menjadi kompos.
Contohnya : Daun sawi, Kubis, Bayam, Kangkung, Wortel, Kulit bawang, dll.
2. Kulit Buah 🍌
Kulit buah mengandung bahan organik yang baik untuk proses pengomposan maupun pembuatan Eco Enzyme.
Contohnya : Kulit pisang, Kulit jeruk, Kulit apel, Kulit mangga, Kulit pepaya, Kulit nanas, dll.
3. Sisa Makanan 🍚
Sisa makanan yang masih alami juga termasuk sampah organik.
Contohnya : Nasi basi, Sisa lauk, Roti, Ampas kelapa, dll.
4. Daun dan Rumput 🍂
Daun kering maupun rumput hasil membersihkan halaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos.
Contohnya : Daun kering, Rumput, Gulma, Ranting kecil, dll.
Manfaat Mengelola Sampah Organik
- Mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
- Mengurangi bau tidak sedap dari sampah rumah tangga.
- Menghasilkan pupuk kompos yang menyuburkan tanaman.
- Dapat diolah menjadi Eco Enzyme yang bermanfaat.
- Mengurangi pencemaran lingkungan.
- Mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.